Pondasi Tepat,Bangunan Kuat


Jasa Arsitek dan Arsitektural Semarang – Rumah ibarat tubuh manusia. Agar dapat berdiri dengan tegak dan tidak jatuh, tubuh manusia membutuhkan kerjasama antarelemen, seperti tulang, otot, dan saraf. Begitu juga dengan rumah. Pondasi merupakan bagian struktur yang paling bawah dari sebuah rumah, karena fungsinya sangat penting, pemilihan pondasi pun harus sesuai dengan kebutuhan.

Elemen-elemen struktur tersebut terbagi menjadi dua kelas besar, sesuai dengan letak dan tugasnya. Bagian pertama merupakan elemen struktur yang berada di bawah tanah, yang biasa disebut pondasi. Sedangkan bagian yang lain adalah elemen-elemen struktur yang berada di atas tanah.

Daya Dukung Tanah

Tanah memiliki kemampuan atau daya dukung yang berbeda-beda. Hal ini dapat diketahui dengan cara melakukan tes penyelidikan tanah. Permukaan dasar pondasi lebih baik bila langsung menyentuh tanah keras. Dengan demikian, semua beban yang harus disalurkan ke dalam tanah dapat langsung didistribusikan ke permukaan tanah keras.

Bila bangunan berdiri di atas tanah yang memiliki daya dukung rendah, bangunan tersebut dipastikan akan melesak ke dalam tanah. Ibaratnya seperti kepalan tangan yang ditekankan pada sepotong roti. Di permukaan roti pasti terdapat lubang sebesar kepalan tangan tersebut. Berbeda bila kepalan tangan tersebut ditekan pada sepotong besi. Apa yang terjadi? Tidak ada lubang bekas kepalan tangan di permukaan besi.

Kepalan tangan tersebut diandaikan sebuah rumah yang memiliki bobot dan akan diletakkan di atas tanah. Rumah tersebut memiliki berat yang berasal dari benda yang berada di atas atau di dalam rumah tersebut, seperti atap, lantai, dinding, perabot, manusia, air hujan. Berat rumah tersebut harus dapat didukung oleh tanah yang ada di bawahnya.

Daya dukung tanah memiliki satuan kg/cm2 atau t/m2. Contohnya, sebuah lahan memiliki daya dukung tanah 0,75 kg/cm2. Artinya, setiap sentimeter persegi tanah mampu mendukung 0,75 kg berat bangunan. Bila ternyata setiap sentimeter persegi tanah dibebani lebih dari 0,75 kg (misalnya 1 kg), maka akan terjadi kelebihan beban setiap sentimeter persegi dan bangunan akan mengalami penurunan.

Beban Bangunan

Berat bangunan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Berat bangunan tersebut harus dapat disalurkan oleh pondasi ke permukaan tanah keras. Contohnya, bila sebuah rumah dilengkapi dengan perpustakaan, maka beban yang dihitung harus lebih besar, karena buku-buku memiliki berat lebih besar setiap meter perseginya. perlu diketahui fungsi ruang di dalam rumah serta elemen struktur dan arsitektur apa saja yang digunakan, untuk mengetahui berat bangunan tersebut. Elemen struktur dan arsitektur tersebut adalah elemen yang ada di atas pondasi dan pondasinya sendiri, seperti berat atap, berat dinding, berat perabotan, dan berat pondasi. Pada intinya, pondasi menjaga kestabilan bangunan terhadap beratnya sendiri akibat dari beban struktur bangunan dan beban hidup maupun gaya dari luar bangunan, seperti angin, gempa, dan air hujan.

Pondasi-Menerus

Pondasi bangunan dibedakan atas pondasi-dangkal dan pondasi-dalam, Biasanya rumah tinggal menggunakan pondasi- dangkal dengan perbandingan muka tanah lebih kecil atau sama dengan lebar pondasi. Kedalaman pondasi muka tanah biasanya antara 0,6 m sampai 3 m. Pondasi-dangkal juga dikenal dengan nama pondasi-langsung, karena semua beban bangunan langsung disalurkan ke permukaan tanah keras dengan cara menyebarkan beban bangunan. Sesuai dengan prinsipnya, beban harus langsung disebarkan ke permukaan dasar pondasi. Dengan demikian, setiap sentimeter  persegi permukaan dasar pondasi harus menyalurkan beban kurang atau sebesar dari daya dukung tanah yang ada.

Lebar dasar pondasi-menerus adalah 2,5 kali dari tebal dinding. Jadi, tebal pondasi minimal 70 cm untuk dinding 1/2 bata(1) dan minimal 90 cm untuk dinding 1 bata(2). Kedalaman pondasi-menerus untuk di atas tanah keras dengan dinding 1/2 bata cukup 60 cm sampai 80 cm, sedangkan untuk dinding 1 bata, kedalamannya 80 cm sampai 100 cm. Bila bangunan memikul beban yang cukup berat, sementara daya dukung tanahnya kecil, maka digunakan pondasi-menerus dari plat beton bertulang.

Di atas batu kali pada pondasi-menerus harus dipasangi balok sloof beton bertulang untuk meratakan beban. Fungsi lain dari sloof adalah sebagai pengikat antara struktur bagian atas tanah dengan struktur bagian dalam tanah atau pondasi. Ikatan antara sloof dengan elemen struktur lainnya dapat menggunakan angkur.

Pondasi batu

Pondasi Batu kali kerap kali digunakan dalam bangunan yang hanya memakai satu lantai saja. Biasanya, kedalaman pondasi hanya berkisar antara 60 hingga 80 cm saja. Fungsi dari pondasi ini hanyalah untuk menopang pemasangan bata dan beban struktur bangunan di atasnya yang tidak terlalu berat mengingat hanya berupa bangunan satu lantai.

Pondasi footplat

lebih sering digunakan dalam bangunan rumah dengan dua lantai. Berbeda dengan pondasi batu kali, pondasi ini terbuat dari struktur beton bertulang dengan kedalaman sekitar 130 cm hingga 2 meter. Namun, kita akan lebih sering menemukan pondasi ini dengan kedalaman 150 cm. Pondasi ini mampu menahan beban struktur bangunan di atas yang cukup berat, yang merupakan bangunan dua lantai.

Ketepatan Pemilihan

Memilih pondasi yang akan digunakan pada rumah tinggal haruslah tepat. Ketidaktepatan dalam pemilihan pondasi akan berakibat fatal pada bangunan, seperti penurunan bangunan, sehingga tanah yang mengalami desakan akan terangkat naik. Akibat lain, struktur bangunan akan mengalami pergerakan dan terjadi retak-retak pada badan bangunan. Semakin lama retak tersebut akan semakin besar dan dapat menimbulkan keruntuhan bangunan.

selain memperhitungkan keadaan tanah (daya dukung tanah), pemilihan pondasi juga perlu memperhatikan lokasi dan fungsi bangunan. Gunakan pondasi-menerus yang ditambah perkuatan ekstra untuk bangunan tidak bertingkat dan berlokasi di tepi jalan raya yang dilewati oleh kendaraan berat. Apalagi bila bangunan tersebut berada di  tanah yang memiliki perbedaan ketinggian yang cukup besar. Perkuatan ekstra yang dimaksud adalah penambahan pondasi-menerus plat beton bertulang atau pondasi-telapak pada titik-titik pondasi di bawah kolom struktural.

Dapat dibayangkan bila rumah tinggal memiliki pondasi yang kurang tepat. Luas permukaan dasar pondasi yang tidak memenuhi syarat ibarat manusia yang memiliki tubuh besar tapi memiliki telapak kaki yang kecil. Akibatnya, tubuhnya mudah jatuh karena tidak ada kestabilan. Tidak mau, kan, hal ini terjadi pada rumah Anda?

Bila Anda mencari Jasa Arsitek dan Arsitektural Semarang, maka Anda dapat menghubungi  EFRATA INTERIOR sebagai perusahaan penyedia layanan jasa kontraktor untuk mendesain berbagai keperluan desain bangunan Anda terutama rumah, perumahan, dan villa. Dengan style Bali modern dan sentuhan villa dan resort Bali, akan meningkatkan prestige dari bangunan rumah maupun villa Anda.

 EFRATA INTERIOR
Telp : Denny 62- 85640220094 (WA/ SMS / Tlp)
Email: dennyprawibowo@gmail.com

Leave a comment

Your email address will not be published.