Nilai Estetika Dalam Bangunan


Karena dasarnya membangun rumah memerlukan perencanaan yang baik dan matang. Rumah yang indah adalah rumah yang kaya akan unsur filosofi, estetika, dan nilai moral.

Nilai Filosofi

Rumah tradisional biasanya kental oleh unsur filosofi, sebuah rumah adalah aplikasi dari unsur-unsur filosofi yang dianut oleh seorang dan diaplikasikan dalam sebuah ornamen, ragam hias, ataupun desain. Beragam ornamen hias akan mewakili unsur filosofi tertentudari beragam kebudayaan, seperti ukiran yang terpahat di dinding, dan ornament yang terpampang pada desain rumah. Ornamen ini biasanya mewakili sebuah legenda, cerita, dan hal-hal yang banyak mengandung makna filosofi lainnya.

Nilai Estetika

Tentu saja perlu dan cukup penting agar estetika bangunan lebih mudah dipahami dengan suatu alat, karena biasanya estetika ukurannya berbeda bagi setiap orang, sama seperti sebuah bahasa, bila tidak ada bahasa, maka pengetahuan tidak tertularkan. Secara umum estetika dalam arsitektur bangunan merupakan filsafat keindahan bentuk dan ruang maka pemaparan estetika arsitektur ini diarahkan pada pembahasan arsitektur sebagai ilmu dan seni. Arsitektur tidak hanya sebatas bentuk dan fungsi, tetapi juga seni. Sehingga arsitektur tidak bisa dibatasi oleh titik, garis dan bidang melainkan bisa berkembang menjadi sebuah keindahan seni yang bersumber dari nilai-nilai budaya, moral, kehidupan, sejarah dll.

Intinya estetika dalam arsitektur yang tertuang dalam bangunan haruslah kontekstual dan komunikatif. Kontekstual berarti ia memenuhi hakekatnya sebagai wadah dan fungsi, komunikatif berarti ia memenuhi unsur seni dan keindahan sehingga mencerminkan fungsi. Keindahan memang subyektif, dalam diri setiap orang, pendapat tentang nilai estetika sebuah bangunan seperti misalnya rumah tinggal, dipengaruhi oleh berbagai hal, antara lain;
subyektifitas diri sendiri. Sensasi hanya dimungkinkan bila fungsi biologis tubuh kita yang berkaitan dengan fungsi sensasi dan persepsi dalam keadaan normal; misalnya mata bisa melihat, hidung bisa mencium, pikiran dalam keadaan normal/perseptif. Mampukah suatu obyek menggairahkan ‘limbic’ dalam otak kita sehingga merasa adanya kenikmatan saat berkontak dengan sebuah obyek arsitektural. Kenikmatan yang didapatkan itu menjadikan otak kita mengatakan sesuatu itu ‘indah’.

 

Bila Anda mencari Jasa Arsitek dan Arsitektur di Semarang, maka Anda dapat menghubungi  EFRATA INTERIOR sebagai perusahaan penyedia layanan jasa arsitek untuk mendesain berbagai keperluan desain bangunan Anda terutama rumah, perumahan, dan villa. Dengan style Bali modern dan sentuhan villa dan resort Bali, akan meningkatkan prestige dari bangunan rumah maupun villa Anda.

 EFRATA INTERIOR
Telp : Denny 62- 85640220094 (WA/ SMS / Tlp)
Email: dennyprawibowo@gmail.com

Leave a comment

Your email address will not be published.