Dalam blog ini, Efrata Interior, desain interior bali melanjutkan tentang pembahasan konsistensi & konsekuensi Rumah Adat Bali part 1.
Apabila dikaji dari pengertian suatu hunian, maka Natah adalah bagian dari ruang yang berfungsi untuk melakukan aktifitas utama sebuah hunian. Natah ini sudah selayaknya merupakan bagian dari desain interior rumah Adat Bali. Kemudian apabila dikaitkan dengan keberadaan bale sikepat, bale sekenam dan bale tiang sanga yang hanya memiliki dinding dikedua sisinya saja, serta posisi masing-masing dinding yang ‘membuka’ ke arah natah jelaslah terjadi sebuah ruang yang menyatu. Sebuah ruang interior besar yang menyatukan uma meten disatu sisi dan bale tiang sanga, bale sikepat, bale sekenam serta natah yang layaknya sebuah hunian. Dengan kata lain, Rumah Adat Bali berarti sama dengan Hunian yang ada pada masa kini, dimana bale-bale adalah ruang tidur, natah adalah ruang tempat berkumpul yang biasa disebut sebagai ruang keluarga.
Apabila dikaitkan lebih jauh, jika kegiatan paon (dapur) bisa disamakan dengan interior ruang dalam yang digunakan untuk kegiatan memasak dan ruang makan, maka hunian Bali, ternyata identik dengan hunian-hunian berbentuk flat pada hunian orang Barat.
Kajian terhadap hunian Bali ini, apabila hunian tersebut dipandang sebagai satu kesatuan utuh rumah tinggal, konsekuensinya adalah ruang didalam penyengker (dinding batas) adalah ruang dalam atau disebut dengan interior. Bangunan dalam hunian Bali tidak dilihat sebagai massa tetapi harus dilihat sebagai ruang didalam ruang. Apalagi bila dilihat kehadiran dinding-dinding pada bale tiang sanga, bale sikepat maupun sekenam yang membuka’ kearah yang me-enclose ruang, maka keadaan ini memperkuat kehadiran nuansa ruang-dalam atau interior pada hunian tradisional Bali. Dengan kondisi demikian maka penyengker adalah batas antara ruang-dalam dan ruang-luar (jalan desa). Hal ini ternyata memiliki kesamaan dengan pola yang ada di Jepang, yang oleh Ashihara (1970) dinyatakan:
Japanese wooden houses do not directly face the street but surrounded by fences. Since the garden is invisible from the street, it is ruled by the order inside the house in the case of Japanese houses, garden are ruled by interior order, and fences serve as boundaries to separate interior from exterior space.
Pada pembahasan kali ini terlihat adanya kesamaan sifat halaman sebagai ruang dalam atau interior pada hunian arsitektur tradisional Bali maupun arsitektur tradisional Jepang. Meskipun pada hunian Bali kesan rua lebih terasa dan jelas dibandingkan dengan hunian Jepang. Kajian ini semakin menarik apabila dikaitkan dengan teori Yoshinubo Ashihara diatas, bahwa ruang luar adalah ruang yang terjadi dengan membatasi alam yang tak terhingga (dengan batas/pagar dll) dan juga ruang luar atau eksterior adalah ruang dimana elemen ketiga dari ruang (yaitu atap) tidak ada. Di lain pihak ruang dalam atau interior adalah lawan dari ruang luar (dimana terdapat elemen ruang yang lengkap yaitu alas, dinding dan atap). Maka pada kasus hunian, teori Yoshinobu Ashihara ternyata saling pertentangan. Baik pertentangan antara ruang luar terhadap ruang dalam dikaitkan dengan terjadinya maupun keterkaitan dengan elemen alas, dinding dan atap.
Pada hunian Jepang, dikatakan oleh Yoshinobu Ashihara dinding pagar adalah batas antara ruang dalam dan ruang luar. Pada hunian Bali, penyengker berfungsi sama dengan hal tersebut. Penyengker bisa menghadap alam bebas, tetangga maupun jalan desa. Pada kasus penyengker menghadap jalan desa, kemudian jalan desa menghadap penyengker bangunan yang lain, maka jalan desa adalah ruang luar yang positip. Pada jalan desa terjadi aktivitas dimana masyarakat menggunakan baik untuk kegiatan sehari-hari maupun sarana kegiatan prosesi ritual dan seni. Aktifitas yang memusat ke dalam (centripetal order) ini disebut Yoshinobu Ashihara, ruang positif.
Demikian pembahasan tentang konsistensi dan konsekuensi rumah Adat Bali dari Efrata Interior Desain Bali.
www.efratainterior.com
Melayani:
• Desain dan Kontraktor Interior Bali
• Desain dan Kontraktor Interior Jakarta
• Desain dan Kontraktor Interior Surabaya
• Desain dan Kontraktor Interior Semarang
Untuk info lebih lanjut, hubungi kami di:
Cp. Denny
0856 4022 0094 (WA/tlp/sms)
Free Konsultasi
