Bali memiliki keunikan yang berbeda, Tidak seperti di beberapa tempat lain dimana sebuah bangunan (rumah, tempat ibadah) berada dalam satu atap.
Di Bali, sebuah bangunan untuk hunian adalah sebuah halaman yang dikelilingi dinding pembatas pagar dari batu bata dimana didalamnya berisi unit-unit atau bagian-bagian bangunan terpisah yang mempunyai fungsi masing -masing. Hunian di Bali pun, mempunyai ruangan – ruangan yang berfungsi sebagai tempat tidur, tempat bekerja, tempat memasak, tempat menyimpan barang (berharga dan makanan), tempat berkomunikasi, tempat berdoa dan lain-lain. Setiap ruang di hunian Bali, contohnya ruang tidur, merupakan bangunan yang berdiri sendiri. Ruang tidur adalah bagian dari ruang-dalam atau interior. Uma meten, Bale sikepat, Bale sekenam, Paon merupakan massa bangunan yang berdiri sendiri. Menurut Yoshinobu Ashihara ruang-dalam adalah ruang dibawah atap, sehingga Uma meten dan lain-lain adalah juga merupakan bagian dari ruang dalam atau interior.
Ruang diluar bangunan tersebut (natah) adalah ruang luar, karena kehadirannya yang tanpa atap. Apabila bagian-bagian bangunan Hunian Bali dikaji dengan kaidah-kaidah ‘Ruang luar-Ruang dalam’, terutama juga apabila bagian-bagian hunian Bali dilihat sebagai massa per massa yang berdiri sendiri, maka adalah konsekuensi apabila pusat orientasi sebuah hunian adalah ruang luar (natah) yang juga pusat sirkulasi.
Pada kenyataannya ruang ini adalah bagian utama (yang bersifat ‘manusia’) dari hunian Bali.
www.efratainterior.com
Melayani:
• Desain dan Kontraktor Interior Bali
• Desain dan Kontraktor Interior Jakarta
• Desain dan Kontraktor Interior Surabaya
• Desain dan Kontraktor Interior Semarang
Untuk info lebih lanjut, hubungi kami di:
Cp. Denny
0856 4022 0094 (WA/tlp/sms)
Free Konsultasi
